
Toko ritel kelas atas memanfaatkan tampilan LED Dalam Ruangan untuk mendefinisikan ulang pengalaman berbelanja, mengatasi keterbatasan manekin statis dan rambu cetak yang gagal menampilkan detail produk atau menyesuaikan dengan tren yang terus berubah. Berbeda dengan visual ritel tradisional, layar LED dalam ruangan menyajikan konten dinamis berkualitas tinggi yang menonjolkan keahlian pembuatan produk, menceritakan kisah merek, serta mendorong keterlibatan pelanggan—faktor penting bagi pengecer mewah dan spesialis yang bersaing memperebutkan perhatian. Sebuah toko utama Gucci di Paris, yang fokus pada barang kulit kelas atas dan pakaian siap pakai, memasang 12 layar LED dalam ruangan pada tahun 2024: layar melengkung selebar 4 meter di etalase jendela, layar sentuh 32 inci di samping rak produk, dan dinding video setinggi 6 meter di atrium pusat toko. Layar jendela, dengan pitch piksel 1,2 mm dan cakupan warna 98% DCI-P3, memproyeksikan rekaman detil para pengrajin yang menjahit tas kulit secara manual—menekankan keahlian merek—sementara layar sentuh di samping rak memungkinkan pelanggan menampilkan informasi produk (misalnya, asal bahan, petunjuk perawatan) atau menonton video gaya dengan menyentuh layar.
Dinding video di atrium, yang menjadi pusat desain toko, menampilkan konten yang berubah sesuai musim dan koleksi: selama kampanye musim semi, ditampilkan model-model berjalan melewati taman bunga, dengan rasio kontras tinggi LED (15.000:1) membuat kelopak bunga yang cerah dan tekstur kain lembut terlihat nyata. Sistem manajemen konten berbasis cloud memungkinkan tim pemasaran Gucci untuk memperbarui semua tampilan secara global secara real time—ketika tas edisi terbatas habis terjual di Paris, layar secara otomatis beralih dari "Tersedia Sekarang" ke "Segera Hadir" tanpa perlu intervensi staf di lokasi. Fleksibilitas ini menjadi perubahan besar dalam ritel, karena menghilangkan biaya dan limbah akibat mencetak ulang papan informasi setiap kali pergantian koleksi. Data pelanggan dari toko Paris menunjukkan bahwa pembeli yang berinteraksi dengan tampilan LED menghabiskan waktu 35% lebih lama di toko dan 22% lebih mungkin melakukan pembelian—dengan banyak yang menyebut kemampuan layar untuk "menghidupkan produk" sebagai pengaruh utama. Bagi pengecer mewah, tampilan LED indoor bukan hanya alat pemasaran tetapi juga perpanjangan identitas merek, mengubah toko menjadi destinasi merek yang imersif, bukan sekadar tempat berbelanja.